Siapa Yang Layak Gantikan Thibaut Courtois Di Real Madrid?

Los Blancos sebenarnya memiliki pelapis solid, mengingat bagaimana Andriy Lunin tampil menjanjikan ketika sesekali dimainkan. Tetapi ada berbagai opsi menarik di bursa transfer dan kebanyakan dari opsi-opsi kiper tersebut semestinya tidak akan terlalu mahal untuk didatangkan, dan Madrid bakal berharap Courtois bisa kembali ke performa terbaiknya sebelum cedera pada 2024/25 nanti. Oleh karena itu, siapa pun kiper yang didatangkan nanti harus sadar bahwa kiprah mereka di Santiago Bernabeu mungkin hanya akan berlangsung selama satu tahun.

 

 

David de Gea (tanpa klub)

David de Gea adalah pilihan yang… unik nan ironis. Dalam hal shot-stopping, tak banyak yang lebih baik dari De Gea di luar sana. Kiper Spanyol ini sudah menunjukkan berbagai penyelamatan ajaib dari tahun ke tahun dan juga sudah terbukti solid dalam situasi satu lawan satu.

Namun, sukar mengabaikan kelemahannya — dan kelemahan De Gea tak bisa dibilang sedikit. Ia sama sekali tak memiliki kemampuan distribusi, mulai rawan blunder, dan kerap takluk di tiang dekat. Ditambah ekspektasi gaji yang berpotensi tinggi, perekrutan De Gea semakin tidak masuk akal, terlebih dalam hal finansial.

Manchester United mengalami banyak kesulitan selama gawang mereka dikawal olehnya selama beberapa tahun terakhir — dan akhirnya memilih untuk menyingkirkannya musim panas ini. Tetapi Madrid putus asa dan bisa saja mengabaikan poin-poin negatif De Gea demi mendapatkan poin-poin positifnya.

Keylor Navas (Paris Saint-Germain)

Real Madrid mau reuni, mungkin? Keylor Navas mencatatkan karier yang luar biasa sebagai kiper Madrid pada 2014-2018. Lucunya, kedatangan Courtois-lah yang membuat penjaga gawang Kosta Rika ini hengkang ke Paris Saint-Germain.

Dan di sana nasibnya tak jauh berbeda. PSG mendatangkan Gianluigi Donnarumma 10 bulan setelah kedatangannya, dan Navas pun langsung dikirim ke bangku cadangan. Kini posisi starter Les Parisiens telah menjadi milik Donnarumma sepenuhnya, tetapi masa peminjaman di Nottingham Forest musim lalu menunjukkan bahwa Navas masih bisa memberikan sesuatu di sepakbola level tertinggi.

Namun mungkin PSG ingin mempertahankannya, mengingat kecelakaan yang menimpa Sergio Rico mengosongkan posisi kiper pelapis di Parc des Princes.

Kepa Arrizabalaga (Chelsea)

Selama lima tahun semenjak menjadi kiper termahal di dunia (ÂŁ72 juta) dengan hijrah ke Chelsea, Kepa Arrizabalaga menunjukkan bahwa ia bukanlah kiper yang bagus. Penjaga gawang Spanyol ini memang memiliki beberapa momen apik dan bahkan memenangkan Penyelamatan Terbaik Musim Ini di Liga Primer Inggris 2022/23, tetapi segala kelemahan yang ia miliki jauh lebih banyak dibandingkan kekuatan-kekuatannya. Ia sering blunder selama di Stamford Bridge, dan sangat sering ditaklukkan gol-gol jarak jauh.

Itu bisa menjadi masalah bagi Real Madrid yang jarang membiarkan lawan mereka menciptakan peluang. Seorang kiper Madrid harus bisa menghentikan sepakan yang hampir pasti menjadi gol, dan menyelamatkan pertandingan yang nampak akan berujung kekalahan bagi Los Blancos.

Belum bisa dipastikan apakah Chelsea akan menjualnya, tetapi The Blues baru saja mendatangkan Robert Sanchez dari Brighton dan Bayern Munich sudah cek ombak situasi Kepa karena mereka juga membutuhkan No.1 baru karena performa Manuel Neuer yang masih belum stabil paska cidera patah kaki.

Yassine Bounou (Sevilla)

Yassine Bounou menjadi cult hero di Piala Dunia 2022 setelah memberikan berbagia penampilan memukau untuk Maroko, dan ia juga meneruskan momentum itu saat kembali ke Sevilla; berperan penting membantu mereka menjuara Liga Europa (lagi).

Tapi ia bukan opsi yang serbabisa. Ya, Bounou murni seorang shot-stopper yang mampu membuat penyelamatan penting. Jika Ancelotti menginginkan kiper yang bisa mendistribusikan bola atau kiper yang nyaman meninggalkan arenya, maka Bounou bukan pilihan yang tepat.

Tapi ia jelas bisa melaksanakan tugas dasar kiper dengna baik. Skill Bounou dalam adu penalti tak terbantahkan lagi, dan ia juga dominan di udara. Dan di usia 32, ia bisa menjadi opsi solid untuk kontrak jangka pendek.

Giorgi Mamardashvili (Valencia)

Mungkin akan sulit karena Mamardashvii adalah pemain memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Tahun Ini Versi Fans, tetapi Giorgi Mamardashvili sangat layak mendapatkannya setelah mencatatkan musim yang gemilang untuk Valencia, yang nyaris degradasi, di 2022/23. Kiper Georgia ini memang harus bekerja keras, sehingga meningkatkan statistik jumlah penyelamatannya, tetapi persentase penyelamatannya juga bisa dibilang cukup baik.

Mamardashvili memiliki potensi yang besar dan, di usia 22 tahun, akan terus berkembang seiring waktu berjalan. Tingginya hampir DUA meter (199 cm), dominan di udara, dan yang paling mengejutkan adalah piawai menggunakan kakinya untuk mendistribusikan bola. Suatu saat nanti ia akan ingin meninggalkan Valencia, dan sudah dikaitkan dengan Bayern Munich dan Chelsea musim panas ini.

Mungkin masih terlalu dini baginya untuk ke Real Madrid, tetapi, mungkin, Los Blancos tak punya pilihan lagi.

Andriy Lunin (Real Madrid)

Mungkin dia bukan pilihan yang seksi, tetapi sebenarnya pelapis yang Madrid miliki sudah cukup solid. Lunin memang jarang dimainkan, karena siapa juga yang bisa menggeser seorang Courtois, tetapi ia sudah menunjukkan tanda-tanda bisa melaksanakan tugasnya dengan cukup baik.

Kiper Ukraina ini sudah mengenal Real Madrid dengan baik, dipercaya Ancelotti, dan dipertahankan selama ini — yang bisa menjadi isyarat bahwa Madrid memercayainya sebagai pelapis, dan mungkin seorang Lunin sudah cukup.

Madrid sangat bisa memilih untuk tak bergerak dan mengandalkannya selama setahun, sembari menunggu Courtois sembuh.

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *