Goal Media – John Herdman menghadapi tantangan untuk membangun identitas permainan Timnas Indonesia yang tidak hanya terlihat dalam kemenangan tetapi juga mampu melawan tim dengan karakter yang berbeda. Kemampuan dalam menguasai bola, fleksibilitas formasi dan pendekatan pressing menjadi beberapa aspek yang harus dibenahi oleh John Herdman.
Pelatih asal Inggris itu sebelumnya menyatakan bahwa Timnas Indonesia mulai menunjukkan identitas permainan yang dibangun selama masa persiapan. Namun, membentuk identitas permainan terbaik untuk Timnas Indonesia membutuhkan waktu yang panjang dan tidak bisa langsung terlihat penerapannya hanya di satu atau dua pertandingan.
Konsistensi menjalankan prinsip permainan, termasuk ketika menghadapi tekanan dan kehilangan penguasaan bola, menjadi tantangan berikutnya bagi Herdman.
Identitas Permainan John Herdman
John Herdman menekankan pentingnya identitas taktis dalam permainan Timnas Indonesia. Setelah kemenangan 5-1 atas Kamboja pada Juli 2026, ia menyebut para pemain mulai menerapkan konsep permainan yang telah dilatih selama tiga pekan persiapan.
Menurut laporan RRI, Herdman menyoroti kerja keras, kebersamaan dan disiplin para pemain. Ia juga mengakui masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa identitas permainan tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Cara pemain menjalankan peran, mempertahankan posisi dan bekerja sama dalam berbagai fase permainan juga menjadi bagian penting.
Namun muncul pertanyaan apakah hal tersebut bisa diterapkan secara konsisten saat Timnas Indonesia berhadapan dengan lawan yang memberikan tekanan lebih besar?
Butuh Keseimbangan dalam Pressing
Salah satu tantangan bagi John Herdman jika tetap ingin melakukan pressing agresif adalah menjaga keseimbangan. Dalam beberapa pertandingan uji coba, Timnas Indonesia asuhan Herdman mencoba bermain dengan garis pertahanan tinggi dan melakukan pressing agresif.
Berdasarkan laporan dari detikSport pada Agustus 2026, permainan Indonesia menghadapi persoalan transisi bertahan ketika pressing awal tidak berjalan efektif. Laporan tersebut menyoroti pertandingan melawan Timor Leste serta perubahan performa setelah beberapa pemain masuk sebagai pemain pengganti.
Menerapkan pressing yang agresif dapat membantu tim merebut bola lebih dekat dengan pertahanan lawan. Tapi meski memberikan keuntungan apabila berhasil, pendekatan ini juga perlu perhatian khusus karena membutuhkan koordinasi antarpemain.
Ketika pemain di lini depan melakukan pressing, pemain di lini kedua harus bisa mengcover jalur umpan yang tersedia dan menjaga jarak. Jika koordinasi tidak berjalan baik, lawan dapat memanfaatkan ruang yang terbuka setelah pressing pertama dilewati.
Karena itu, efektivitas pressing Indonesia perlu dinilai bukan hanya dari jumlah bola yang berhasil direbut, tetapi juga dari kemampuan tim mempertahankan struktur formasi setelah kehilangan bola.
Fleksibilitas Formasi dan Peran Pemain
Herdman juga memperlihatkan pendekatan taktik yang fleksibel. Dalam pertandingan melawan Oman pada Juni 2026, mantan pelatih Kanada itu menggunakan formasi dasar 3-4-3, tetapi sejumlah pemain menjalankan peran yang dinamis selama pertandingan.
DetikSport menyoroti peran Rizky Ridho, Kevin Diks dan Donny Tri Pamungkas dalam struktur permainan tersebut. Ridho misalnya disebut bergerak maju untuk membantu serangan, sementara Diks menjalankan peran sebagai bek sayap kanan.
Fleksibilitas seperti ini dapat memberikan keuntungan apabila pemain memahami dengan baik kapan harus maju, mempertahankan posisi atau mengisi ruang yang ditinggalkan rekan setim.
Namun, perubahan posisi juga memiliki risiko. Ketika seorang pemain bergerak ke area yang lebih tinggi, tim perlu memastikan terdapat pemain lain yang dapat menjaga keseimbangan pertahanan.
Dengan begitu, formasi 3-4-3 tidak cukup dipahami hanya dengan melihat susunan pemain sebelum pertandingan. Bagaimana struktur ketika menguasai bola dan saat bertahan dapat memperlihatkan bagaimana prinsip taktik diterapkan di lapangan.
Tantangan Lawan Tim Karakter Berbeda
Identitas permainan akan menghadapi ujian ketika Timnas Indonesia menghadapi lawan dengan pendekatan yang berbeda. Melawan tim yang memberikan ruang, Timnas Indonesia asuhan John Herdman mungkin punya lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan serangan.
Sebaliknya, ketika lawan bertahan lebih dalam atau mampu melewati pressing, pemain harus menemukan solusi lain dengan cepat agar tidak pertahanan tidak mudah dieksploitasi.
Dari laporan DetikSport dari pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Pada laporan tersebut lebih menyoroti persoalan varias serangan dan transis bertahan dalam pertandingan melawan Vietnam dan Singapura.
Pada dua pertandingan tersebut, mayoritas gol Indonesia berasal dari serangan dari sisi sayap yang diakhiri dengan umpan tarik.
Data tersebut mungkin dapat menjadi bahan evaluasi untuk John Herdman yang akan memimpin Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah Timnas Indonesia dapat menciptakan peluang melalui beberapa cara ketika pola tersebut dapat diantisipasi lawan?
Kedalaman Skuad Menjadi Faktor Penting
Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan seluruh pemain menjalankan prinsip permainan yang sama. Sebuah sistem taktik tidak hanya bergantung pada sebelas pemain. Ketika terjadi cedera, rotasi pemain, atau perubahan strategi, pemain pengganti juga perlu mengetahui dan paham betul tanggung jawabnya.
Dalam permainan Timnas Indonesia asuhan John Herdman yang mengandalkan pressing dan perubahan posisi, perbedaan kemampuan membaca situasi dapat memengaruhi koordinasi tim.
Oleh karena itu, evaluasi terhadap identitas permainan John Herdman sebaiknya mencakup penampilan pemain inti dan juga pemain cadangan. Jadi pertanyaannya akan menjadi apakah struktur permainan tetap berjalan samai baiknya apabila komposisi pemain berubah.
Identitas Permainan Harus Konsisten
John Herdman punya gagasan mengenai cara Timnas Indonesia bermain. Ia beberapa kali menyatakan mengenai identitas permainan hingga formasi yang akan ia terapkan bagi Timnas Indonesia.
Namun, identitas permainan baru dapat dinilai lebih jauh melalui konsistensi penerapannya dalam pertandingan dengan situasi berbeda.
Kemampuan dalam mempertahankan struktur, merespons tekanan lawan dan menemukan alternatif serangan merupakan beberapa aspek yang perlu diamati dalam perkembangan Timnas Indonesia.
Pada akhirnya, tantangan Herdman bukan hanya membangun cara bermain yang menarik, tetapi memastikan prinsip tersebut dapat dijalankan secara efektif dan konsisten oleh seluruh skuad.
Ikuti terus berita bola terkini dan prediksi pertandingan akurat hanya di goalmedia.co! Yuk pantau terus berita terbaru dari kami dan jangan ketinggalan. Jangan lupa download aplikasi Goal Media untuk mendapatkan berita terkini dan prediksi pertandingan yang akurat!



